Selasa, 15 Juli 2014

our sonata

waiting for your, 

call i'm sick

call i'm angry 

call i'm desprate from your voice

i'm listening to the song we used to sing

in the car

do you remember, butterfly ? 

early summer, it's playing on repeat

just like when we would meet.....

like when we would *hoi* --et...

I was *hoooiiiiii* --rn...

aku membuka mataku, melihat sambil mengerjapkan matadan menguceknya sesekali. Dan tanpa aku sadari sesosok gadis kurus berambut coklat sebahu sudah ada tepat didepan mataku. refleks,aku pun berteriak shock dan mundur ke arah pohon yang berada tepat dibelakangku. aku membuka earphone dari kedua telingaku dan mematikan lagu yang aku putar.

"Duh,dari tadi dipanggilin ga nyahut nyahut. ngapain juga tiduran di taman gini, entar diserang om om mesum baru tau rasa." kata wanita itu sambil menyeringitkan alisnya dan menatapku dengan tatapan marah yang peduli (?)

"iyeee iyeee... aku ngerti deh. ini kan memang tempat tongkrongan aku. lagipula ini kan taman belakang sekolah. eh, kok Riri tumben manggil aku ?kenapa, kangen yaaaa?" katakusedikit menggoda sambil tersenyum meledek.

"ih, nggak. itu tuh kamu dipanggil ke kantor." Riri menunjukkan wajah seriusnya padaku.

aku melihat kearahnya dengan heran. riri terus memandangiku serius, dan aku mengerti apa artinya. aku tersenyum kepadanya.

"Iya deh ri, makasih ya kamu udah repot repot ngejer aku sampe kesini." kataku sambil berdiri dan membersihkan rok.

"Tapi, apa kamu beneran gapapa ke kantor sendirian ? ini sudah sore loh. kantor pasti sudah-"

"Gapapa Ri. aku bakal baik baik aja kok. makasih ya. kalo mau pulang barengan sama aku tunggu dikelas ya." jawabku sambil beranjak menuju kearah kantor.

aku berjalan dengan santai sambil menguap karena tidurku yang diganggu oleh Riri. aku melewati koridor kelas, hanya tinggal beberapa siswa yang masih belum pulang. aku menaiki tangga yang menuju kearah kantor yang beradadilantai dua. cahaya jingga-sore hari mulai menyusup ke jendela jendela. aku pun membuka pintu kantor.

"permisi...."

aku memasuki ruangan guru yang telah dipenuhi cahaya langit sore. aku hanya melihat seorang laki laki 20-an berkaca mata yang berdiri menghadap ke jendela. dia berbalik dan melihat kearahku.

"kamu sudah sampai rupanya. pasti dari taman belakang kan ? lihat tuh, rok kamu masih kotor." kata sosok laki laki itu.

"bapak ada perlu apa memanggil saya kesini ?" tanyaku tegas dan menatapnya serius. dia terkejut dan tertawa kecil sambil melepaskan kacamatanya.

"bapak hanya ingin menanyakan, kenapa kamu belum mengisi form tentang tujuan kamu sesudah SMA ini. dan jika kamu mengalami kesulitan, silahkan mengkonsultasikannya dengan bapak. atau bahaslah masalah ini dengan keluargamu. karena hal ini sangat penting." katanya sambil menatap secarik kertas yang sengaja kukosongkan saat itu.

apa benar suaraku tak sampai ?

"baiklah pak. saya akan berusaha membicarakan hal ini pada keluarga saya." jawabku datar.

"iya, bapak harap kamu bisa secepatnya mengisinya. karena kamu termasuk musrid kesayangan bapak."

aku hanya terdiam menelan ludah.

"baiklah. kalau begitu saya permisi pak." kataku sambil beranjak pergi.

"tunggu, Wanda. bapak sebenarnya ingin mengundangmu ke acara pernikahan bapak sebulan lagi. kamu datang kan ?"

aku terhenti sejenak didepan pintu.

"aku takkan datang pak." jawabku tanpa berbalik dan meninggalkan tempat itu.

aku berlari di koridor kelas sekencang kencangnya sambil menahan sesak yang kusimpan. aku keluar gedung sekolah dan menuju taman belakang. menengadahkan wajahku kelangit. dengan nafas tersengalaku tetap menatap nanar ke langit oranye itu.

apa benar suaraku tak terdengar ?

seberapa aku berteriak.. kenapa semua perasaan ini tidak tersampaikan padamu ?

apa benar kau sejauh itu ? 

Riri datang menghampiriku sambil membawakan tas ku

"Wanda..... ayo kita pulang."

aku mengambil tas ku sambil tersenyum

"maaf, apa kau sudah menunggu lama ?"kataku pada Riri

"tidak.wanda, bagaimana kalau hari ini kita mampir di kafe baru disamping minimarket dekat kantor pos ? aku yang traktir deh"

"Seriuss ? mau Rii.. ayo ayo kita kesanaa"kataku sambil menarik tangannya ke gerbang sekolah.

*****

mengapa kamu tidak mau mengerti ?

betapa aku selalu memperhatikanmu walaupun dari kejauhan ? 

betapa aku harus membuang hasrat ku untuk memiliki mu ?

aku hanya bisa mengagumi mu dari kejauhan ini...

"bagaimana ini akan berlanjut jika semua akan berakhir begitu cepat begini ?" aku terus berdiri sepanjang sore di jendela ini. aku membuka kacamataku dan tersenyum. 


_to be continued_




Senin, 30 Juni 2014

Nodame Cantabile Live action

Now, gue bakal jelasin drama favorit gue yang gue tonton terus terusan secara berkala /ha. jujur, gua ga pernah bosen nontonin film ini dari hari ke hari. walaupun awalnya gua agak ngerasa kalo film ini alay. eh, pas movie nya muncul, baru gua ngerasa kalo film ini bener bener keren :3

ini nih, keterangannya



  • Title: のだめカンタービレ
  • Title (romaji): Nodame Cantabile
  • Genre: Romantic Comedy
  • Episodes: 11
  • Viewership ratings: 18.8% (Kanto)
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2006-Oct-16 to 2006-Dec-25
  • Air time: Monday 21:00
  • Opening song: Symphony No. 7 in A major by Beethoven, arranged by Hattori Takayuki

banyak banget hal yang gua senengin dari film ini. terutama piano. AAAAA I LOVE PIANO /nak.

awalnya sih cuma nonton animenya aja. nonton animenya itu gak kalah doki doki kalo dibandingin nonton live actionnya. 

awal cerita sih kakak ganteng Chiaki Shinichi (Tamaaki Hiroshi) yang punya bakatsegudang tetep nge stuck di jepang. padahal orang tuanya punya banyak kenalan pemusik terkenal dan punya bisnis asrama buat mahasiswa musik di Eropa. tapi, dia nggak bisa ke Eropa garagara phobia naik pesawat. 

sampe akhirnya dia ketemu dengan Noda Megumi a.k.a Nodame (Ueno Juri) 

cewek paling jorok, kodol, kudet, tukang makan, otaku (terutama anime gorota), ga suka mandi, suka maling bekal temennya sendiri, dan sebagainya. (gatau apa jadinya kalo cewek kayak Nodame bener-bener ada ==")

ketemunya gara gara Permainan Piano Nodame yang reckless tapi mampu menggugah hati chiaki (?) 

banyak banget adegan adegan komik yang bener bener dipampangin disini.dari awal gua nonton film ini gua ngakak setengah mampus (?) ga tahan sama adegan Nodame yang bener bener....ah, tak dapat adinda ungkapkan dengan kata kata/wut

pokoknyaganyesel deh nonton ini. selain nambah pengetahuan dengan musik, juga sebagai bahan hiburan. 

nah... sekarang yang pengen gua bahas adalah duo kocak yang mainin adegan ini, Tamaki Hiroshi dan Ueno Juri





mereka ini bener bener wajar dapet berbagai award dari film ini. mereka itu bener bener dapet perannya nodame sama chiaki senpai yang bener bener kocak, penggila musik dan romantis (terkadang)




Jumat, 25 April 2014

cara membuat Blog kalian terkenal

ini beberapa tips dari saya, agar blog kalian terkenal huahahah :v

1. Buat blog anda sebagai Blog Arsip tugas Makalah  SMP, SMA dan Makalah kuliah.

cara ini cara utama yang paling ampuh jika ingin blog kalian terkenal di Om Google. tapi, blog anda jangan di protect jika tidak ingin blog anda "DIKUTUK" oleh para pelajar dan mahasiswa karena materi yang kalian post ga bisa di "copy-paste" oleh mereka.

2. Buatlah post tentang resensi film, jadwal film bioskop, novel, anime atau manga/komik yang lagi hits.

dan ini juga salah satu cara paling ampuh jika ingin blog kalian terkenal dan jumlah penayangannya paling banyak. pertama : karena tugas bahasa indonesia tentang "resensi". kedua : karena hoby. ketiga : pengen ngajak gebetan/mantan nonton film kesukaannya yang masih lama tayang, jadi bisa nabung duit buat traktir si "doi" nonton.

3. Post yang lucu, ngeledek, dan mungkin "menghina"

ini juga cara paling ampuh biar blog kalian terkenal. tapi jangan sedih jika suatu saat blog anda di delete oleh pihak blogger karena menghina salah satu pihak :v

4. Tiruin acara TV tentang "7/10 bla bla bla terunik/terserem, terkeren, dll  di dunia"

ini juga membuat blog anda menjadi lebih terkenal, tapi kebanyakan blog yang membuat post seperti ini meng "copy-paste" dari website yang lain :v

5. Buat blog anda sebagai tempat buat donlot film, lagu, buku, komik ataupun software.

kalau yang satu ini sih agak susah bikinnya, karena biasanya kalau URL nya rusak/ga bisa dipakek... bakal banyak complain ke kalian :v

itu sih beberapa tips yang beberapa diantaranya ga usah diikutin. post ini hanyalah untuk hiburan semata, jika terjadi kesamaan berarti itu semua kehendak tuhan (?) thanks for reading ^^

My Manga (chap 2)




ini seri manga ke 2 lanjutan yg kemarin. ini juga karya waktu SMA kelas 2 (kalo ga salah) yaudah.. silahkan membacaa

Rabu, 23 April 2014

My first Manga (chap 1)

this is my first manga. I've made it when i was 2nd grade sudent in high school. please your comment. ^^

n.b : sebenarnya yang pertama bukan yang ini. tapi, yg pertama ga ketemu --"



 


 




Bloody snow : silent snow

sebenarnya cerita ini sudah tayang di FB saya sekian tahun lalu.. tapi saya coba deh edit2 dikit... biar greget :3 


di daerah terpencil di negara swiss bagian utara, terjadi kejadian tragis yang bermotif sangat tidak jelas. sebuah pembunuhan yang terjadi tanpa saksi mata. terjadi di malam gelap tertutup salju yang dingin. diatas putihnya salju yang membekukan, titik-titik darah menetes dengan pedihnya. yang sekejap dihisap oleh tumpukan salju yang beku. terbaring, saat itu Gadis kecil bertubuh kecil, kurus dan pucat. membeku, tatapan matanya yang kosong dan darah yang menghiasi ujung kepalanya. dia hanya terbaring, rasa dingin yang tadinya menyusup diam-diam ke tubuhnya yang hangat, kini berhasil menguasai seluruh bagian tubuhnya tanpa adanya kehangatan sedikitpun. salju yang bertumpuk diam-diam mencoba menyelimutinya dari gelapnya langit malam. seperti seorang ibu yang mencoba menyelimuti anaknya yang sedang tidur. tapi, tidak untuk kali ini. dia bukan hanya tidur....

sebelumnya, beberapa saat yang lalu, harusnya dia tertawa. tapi, waktu berkata lain.  waktu merenggut tawanya, matahari esoknya, masa depannya.



dia, Michelle. seorang gadis siswa sekolah menengah pertama. harusnya, dia diundang ke pesta menjelang natal yang diadakan oleh teman sekelasnya di villa orangtuanya di dekat dirinya harus terbaring beberapa saat lagi. Michelle berjalan dengan boots nya yang tenggelam sepuluh sentimeter ke dalam tumpukan salju. dia menggunakan syal hitam yang melilit lehernya untuk menjaga dirinya tetap hangat.
dalam kehangatan kecil ini, dia berjalan menuju villa tersebut. jalanan yang gelap menjadi terang karena lentera yang dia tegakkan dengan tangan kirinya. akhirnya, setelah sekitar sepuluh menit dia tiba, yang dia lihat hanya villa gelap tak berpenghuni. dia duduk di tangga depan villa itu.

mungkin aku datang terlalu cepat....

dia terduduk. meletakkan lenteranya di sampingnya menjaganya agar tetap hangat dari salju yang dapat membekukan tubuhmu kapan saja. Michelle duduk sambil meniupkan udara hangat dari mulutnya ke kedua telapak angannya yang terbuka. sekitae sepuluh sampai limabelas menit dia menunggu. tak seorangpun datang. dia memutuskan untuk pulang. sampai akhirnya dia melihat bayang bayang tiga orang yang dikenalnya. sekejap, dia mengambil lentera di sampingnya, sambil menegakkannya lurus kedepan tiga bayangan itu.

"Nichole ! syukurlah, aku kira kalian takkan datang." dia tersenyum pada ketiga orang yang wajahnya sudah nampak jelas karena lenteranya.

"Hei, kemana semua orang ? disini kan acaranya ?" Michelle menanyakan ketiga orang gadis tadi.

"Memang.. tempatnya disini.. tapi bukan untuk pesta sebelum natal..." Nichole berbisik sambil menodongkan sebuah pistol ke arah Michelle. Tanpa ragu0ragu lagi, Nichole langsung menarik pelatuknya. dengan jarak setengah meter itu, anak kecil pun bisa menembak dengan tepat.

DUARRR !!!! 

Salju masih turun. angin masih berhembus.. namun tidak untuk nafas Michelle. dia terjatuh bersimbah darah dikepalanya. mata biru nya masih terbuka... dengan tatapan kosong dengan kepala yang menghadap kesamping. darah segar masih mengucur dari kepalanya yang berlubang akibat tembakan dari pistol tadi.  

"dia, berbaring... tapi bukan tidur sayang..."  

kata-kata itu cocok untuk menggambarkan kondisi Michelle sekarang.

"Bukanlah hal yang sulit untuk membunuhmu. yah, karena kau juga bukan orang yang terlalu penting untuk tetap hidup. dan kau juga akan menghalangi jalanku. kali ini, tak akan ada lagi yang bisa menghalangiku. ayo, kita pergi. mungkin sebentar lagi serigala akan menjemputnya."

Nichole berlalu dengan dua gadis lain di belakangnya. kedua gadis tadi hanya diam. mereka sebenarnya shock. tapi, Nichole sudah memberitahu mereka untuk diam. karena akan sangat berbahaya jika suara dua orang gadis terdengar di villa yang bertempat di kaki gunung ini. mereka hanya diam dan mengikuti Nichole dari belakang. sebenarnya mereka tidak ingin ikut, tapi mereka hanya bisa diam agar tidak bernasib sama.

 sosok mereka bertiga tak lagi nampak. menjauh dari jasad Michelle yang terbaring sejak beberapa menit yang lalu. suara Michelle tak lagi terdengar. lentera yang terjatuh tadi mati tertimbun salju.

"kenapa ? apa salahku ? penghalang ? kenapa ? kenapa ?" Michelle tidak terima, masih banyak peranyaan dan dendam yang ia simpan. dia ingin terus di villa ini sampai dia mendapatkan semua jawaban atas semua pertanyaannya.dia menunggu, selalu menunggu di tempat itu.

beberapa hari setelah itu, mayat Michelle yang tertimbun, ditemukan oleh Anjing salah seorang peternak domba didekat situ. polisis mencari siapa pelakunya, tapi tak kunjung menemukan titik terang. sejak saat itu, warga sekitar takut akan villa itu. mendengar suara seorang anak memangis, dan mendengar nyanyian dan pantulan suara kaki di lantai villa tersebut. Michelle kecil ternyata masih menunggu....

sampai suatu hari, tamu yang ditunggu Michelle kecil pun datang.

_to be continued_

sunrise on the roof

sebenarnya, saya mau curhat dikit, teheeheheh.. (?) gapapa kan ?

waktu SMA kelas 3, aku sering dateng kepagian (?) jadi bahkan waktu aku kira aku telat, ternyata cuma aku sendiri di sekolah. tapi, ada satu pemandangan favorit aku setiap pagi.

karena kelas kami di lantai 3, dan teras kelas pagernya pendek, yah... ak duduk disitu setiap pagi (kalo ga ada pr). aku sering duduk di balkon yang tepat disampingnya ada atap ruang guru. ruang kelas kami termasuk terselubung karena guru ga bisa melihat teras kelas kami dari ruang guru (dan itu keuuntungan bagi anak jahil kayak aku, hohooho).

aku selalu duduk di situ sekitar jam 6 : 15. (kalau jaman aku sekolah, sekolah masih sepi jam segitu)

aku selalu duduk disitu, menggunakan jaket merah yang menjadi lambang kelas kami. karena setiap pagi, selalu dingin disitu. biasanya, matahari baru terlihat mengintip ngintip dati atap sebelah yang aku bicarakan tadi. dinginnya pagi yang sejuk dan menenangkan fikiran itu, dihangatkan oleh sinar matahari pagi yang menyelinap masuk me teras kelas secara perlahan. bau embun di atap masih terasa segar disaat itu.

dan biasanya, setelah beberapa saat, teman sekelasku, Rama... naik dari tangga samping sambil tersenyum kearahku dari kejauhan. sebenarnya, aku selalu bertanya apa ada pr atau tidak. karena aku bukan tipe orang yang suka belajar dirumah.

setelah dia meletakkan tas nya di atas mejanya, Rama menghampiriku sambil mengucapkan "pagi" ataupun "jangan duduk disitu" atau "sudah ngerjain pr belum?". sebenarnya, dari dulu sampai sekarang aku paling ga suka dengan kata-kata yang ketiga. kata kata itu seolah olah mengandung kutukan yang sangat keras ==".

tapi, sebenarnya aku dan Rama sering curhat disini saat tidak ada orang di pagi hari. banyak hal yang kami lakukan di tempat favoritku itu. kami sering membicarakan perasaan kami tentang masa depan, orang yang kami sukai, suka duka kami tentang perasaan itu, tentang keluarga (terkadang) dan juga tentang khayalan khayalan kami yang sangat tinggi akan masa depan.

aku pernah meminta kepada tuhan agar masa masa itu tidak berakhir. aku ingin menghentikan waktu dimasa itu. dimana kami semua sudah bisa saling mengerti, saling memahami, saling menolong dalam segi apapun. aku ingat, yang menggangguku akhir akhir itu adalah perpisahan yang membuatku merasa kesepian. pertemuan dan perpisahan yang singkat, sehingga terlihat menakutkan. Namun, aku ingin mengenang saat saat itu sebagai harta yang berharga.