Rabu, 23 April 2014

sunrise on the roof

sebenarnya, saya mau curhat dikit, teheeheheh.. (?) gapapa kan ?

waktu SMA kelas 3, aku sering dateng kepagian (?) jadi bahkan waktu aku kira aku telat, ternyata cuma aku sendiri di sekolah. tapi, ada satu pemandangan favorit aku setiap pagi.

karena kelas kami di lantai 3, dan teras kelas pagernya pendek, yah... ak duduk disitu setiap pagi (kalo ga ada pr). aku sering duduk di balkon yang tepat disampingnya ada atap ruang guru. ruang kelas kami termasuk terselubung karena guru ga bisa melihat teras kelas kami dari ruang guru (dan itu keuuntungan bagi anak jahil kayak aku, hohooho).

aku selalu duduk di situ sekitar jam 6 : 15. (kalau jaman aku sekolah, sekolah masih sepi jam segitu)

aku selalu duduk disitu, menggunakan jaket merah yang menjadi lambang kelas kami. karena setiap pagi, selalu dingin disitu. biasanya, matahari baru terlihat mengintip ngintip dati atap sebelah yang aku bicarakan tadi. dinginnya pagi yang sejuk dan menenangkan fikiran itu, dihangatkan oleh sinar matahari pagi yang menyelinap masuk me teras kelas secara perlahan. bau embun di atap masih terasa segar disaat itu.

dan biasanya, setelah beberapa saat, teman sekelasku, Rama... naik dari tangga samping sambil tersenyum kearahku dari kejauhan. sebenarnya, aku selalu bertanya apa ada pr atau tidak. karena aku bukan tipe orang yang suka belajar dirumah.

setelah dia meletakkan tas nya di atas mejanya, Rama menghampiriku sambil mengucapkan "pagi" ataupun "jangan duduk disitu" atau "sudah ngerjain pr belum?". sebenarnya, dari dulu sampai sekarang aku paling ga suka dengan kata-kata yang ketiga. kata kata itu seolah olah mengandung kutukan yang sangat keras ==".

tapi, sebenarnya aku dan Rama sering curhat disini saat tidak ada orang di pagi hari. banyak hal yang kami lakukan di tempat favoritku itu. kami sering membicarakan perasaan kami tentang masa depan, orang yang kami sukai, suka duka kami tentang perasaan itu, tentang keluarga (terkadang) dan juga tentang khayalan khayalan kami yang sangat tinggi akan masa depan.

aku pernah meminta kepada tuhan agar masa masa itu tidak berakhir. aku ingin menghentikan waktu dimasa itu. dimana kami semua sudah bisa saling mengerti, saling memahami, saling menolong dalam segi apapun. aku ingat, yang menggangguku akhir akhir itu adalah perpisahan yang membuatku merasa kesepian. pertemuan dan perpisahan yang singkat, sehingga terlihat menakutkan. Namun, aku ingin mengenang saat saat itu sebagai harta yang berharga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar