sebenarnya, saya mau curhat dikit, teheeheheh.. (?) gapapa kan ?
waktu
SMA kelas 3, aku sering dateng kepagian (?) jadi bahkan waktu aku kira
aku telat, ternyata cuma aku sendiri di sekolah. tapi, ada satu
pemandangan favorit aku setiap pagi.
karena kelas kami
di lantai 3, dan teras kelas pagernya pendek, yah... ak duduk disitu
setiap pagi (kalo ga ada pr). aku sering duduk di balkon yang tepat
disampingnya ada atap ruang guru. ruang kelas kami termasuk terselubung
karena guru ga bisa melihat teras kelas kami dari ruang guru (dan itu
keuuntungan bagi anak jahil kayak aku, hohooho).
aku selalu duduk di situ sekitar jam 6 : 15. (kalau jaman aku sekolah, sekolah masih sepi jam segitu)
aku
selalu duduk disitu, menggunakan jaket merah yang menjadi lambang kelas
kami. karena setiap pagi, selalu dingin disitu. biasanya, matahari baru
terlihat mengintip ngintip dati atap sebelah yang aku bicarakan tadi.
dinginnya pagi yang sejuk dan menenangkan fikiran itu, dihangatkan oleh
sinar matahari pagi yang menyelinap masuk me teras kelas secara
perlahan. bau embun di atap masih terasa segar disaat itu.
dan
biasanya, setelah beberapa saat, teman sekelasku, Rama... naik dari
tangga samping sambil tersenyum kearahku dari kejauhan. sebenarnya, aku
selalu bertanya apa ada pr atau tidak. karena aku bukan tipe orang yang
suka belajar dirumah.
setelah dia meletakkan tas nya di
atas mejanya, Rama menghampiriku sambil mengucapkan "pagi" ataupun
"jangan duduk disitu" atau "sudah ngerjain pr belum?". sebenarnya, dari
dulu sampai sekarang aku paling ga suka dengan kata-kata yang ketiga.
kata kata itu seolah olah mengandung kutukan yang sangat keras ==".
tapi,
sebenarnya aku dan Rama sering curhat disini saat tidak ada orang di
pagi hari. banyak hal yang kami lakukan di tempat favoritku itu. kami
sering membicarakan perasaan kami tentang masa depan, orang yang kami
sukai, suka duka kami tentang perasaan itu, tentang keluarga (terkadang)
dan juga tentang khayalan khayalan kami yang sangat tinggi akan masa
depan.
aku pernah meminta kepada tuhan agar masa masa
itu tidak berakhir. aku ingin menghentikan waktu dimasa itu. dimana kami
semua sudah bisa saling mengerti, saling memahami, saling menolong
dalam segi apapun. aku ingat, yang menggangguku akhir akhir itu adalah
perpisahan yang membuatku merasa kesepian. pertemuan dan perpisahan yang
singkat, sehingga terlihat menakutkan. Namun, aku ingin mengenang saat
saat itu sebagai harta yang berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar